” TAHUN BARU MASEHI & HIJRIAH “
Detik demi detik, menit demi menit, jam demi jam, hari demi
hari, minggu demi minggu, bulan demi bulan tak terasa tahun 2011 tinggal
beberapa hari lagi. Pastilah semua orang akan mempersiapkan diri untuk
menyambut datangnya tahun 2012. Kebetulan sekali bertepatan dengan saatnya
liburan sekolah. Persiapan untuk menyambut datangnya tahun 2012 itu sudah
jauh-jauh hari disiapkan, tempat penginapan, tempat wisata sudah diburu orang
untuk dapat menyaksikan peralihan waktu. Begitu meriahnya untuk menyambut tahun
baru Masehi. Tahukah bahwa perayan Tahun Baru itu adalah telah dijadikannya
sebagai salah satu hari suci umat Kristen. Namun kenyataannya, tahun baru sudah
lama menjadi tradisi sekuler yang menjadikannya sebagai hari libur umum
nasional untuk semua warga Dunia. Pada mulanya perayaan ini dirayakan baik oleh
orang Yahudi yang dihitung sejak bulan baru pada akhir September. Selanjutnya
menurut kalender Julianus, tahun Romawi dimulai pada tanggal 1 Januari. Paus
Gregorius XIII mengubahnya menjadi 1 Januari pada tahun 1582 dan hingga kini
seluruh dunia merayakannya pada tanggal tersebut. Tapi pernahkah kita
meriah dalam menyambut tahun baru Hijriah ? dan untuk tahun Masehi
pastinya kita semua tahu pasti dari urutan hari, bulan dan tanggal penting yang
biasanya ada di Tahun Masehi. Tapi bagaimana dengan tahun Hijriah atau kalender
Islam, seperti hari-hari dalam tahun Hijriah dan urutan bulan-bulannya ? Jarang
diantara kita yang hafal akan urutan bulan di dalam tahun Hijriah, Inilah
perbedaan yang mendasar dari tahun Masehi dan Tahun Hijriah.
Perbedaan antara Tahun Masehi dengan Tahun Hijriah adalah :
1. Asal
Mula
Kalender Hijriah Setelah wafatnya Nabi Muhammad, diusulkan kapan
dimulainya Tahun 1 Kalender Islam. Ada yang mengusulkan adalah tahun kelahiran
Muhammad sebagai awal patokan penanggalan Islam. Ada yang mengusulkan pula awal
patokan penanggalan Islam adalah tahun wafatnya Nabi Muhammad.Padatahun 638 M (17 H), khalifah Umar bin Khatab menetapkan
awal patokan penanggalan Islam adalah tahun dimana hijrahnya Nabi Muhammad dari
Mekkah ke Madinah. Penentuan awal patokan ini dilakukan setelah menghilangkan
seluruh bulan-bulan tambahan (interkalasi) dalam periode 9 tahun. Tanggal 1
Muharam Tahun 1 Hijriah bertepatan dengan tanggal 16 Juli 622, dan tanggal ini bukan berarti tanggal
hijrahnya Nabi Muhammad. Peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad terjadi bulan
September 622. Dokumen tertua yang menggunakan sistem Kalender Hijriah
adalah papirus di Mesir pada
tahun 22 H.
Kalender masehi merupakan salah satu system penanggalan yang
dibuat berdasarkan pada peredaran bumi mengelilingi matahari (syamsiah solar
system) yang penaggalannya dimulai semenjak kelahiran Nabi Isa Almasih as.
(sehingga disebut Masehi ;Masihi). Nama lain dari kalender ini adalah kalender
Milladiah (kelahiran).Tahun baru pertama kali dirayakan pada tanggal 1 Januari
45 SM. Tidak lama setelah Julius Caesar dinobatkan sebagai kaisar Roma, ia
memutuskan untuk mengganti penanggalan tradisional Romawi yang telah diciptakan
sejak abad ketujuh SM. Dalam mendesain kalender baru ini, Julius Caesar dibantu
oleh Sosigenes, seorang ahli astronomi dari Iskkitariyah, yang menyarankan agar
penanggalan baru itu dibuat dengan mengikuti revolusi matahari, sebagaimana
yang dilakukan orang-orang Mesir.
Satu tahun dalam penanggalan baru itu dihitung sebanyak 365
seperempat hari dan Caesar menambahkan 67 hari pada tahun 45 SM sehingga tahun
46 SM dimulai pada 1 Januari. Caesar juga memerintahkan agar setiap empat
tahun, satu hari ditambahkan kepada bulan Februari, yang secara teoritis bisa
menghindari penyimpangan dalam kalender baru ini. Tidak lama sebelum Caesar
terbunuh di tahun 44 SM, dia mengubah nama bulan Quintilis dengan namanya,
yaitu Julius atau Juli. Kemudian, nama bulan Sextilis diganti dengan nama
pengganti Julius Caesar, Kaisar Augustus, menjadi bulan Agustus.
2. Penentuan
Tanggal
Penentuan dimulainya sebuah hari/tanggal pada Kalender Hijriyah
berbeda dengan pada Kalender Masehi. Pada sistem Kalender Masehi, sebuah
hari/tanggal dimulai pada pukul 00.00 waktu setempat. Namun pada sistem
Kalender Hijriah, sebuah hari/tanggal dimulai ketika terbenamnya matahari di
tempat tersebut. Kalender Hijriyah dibangun berdasarkan rata-rata silkus
sinodik bulan kalender lunar (qomariyah),
memiliki 12bulan dalam setahun.
Dengan menggunakan siklus sinodik bulan, bilangan hari dalam satu tahunnya
adalah (12 x 29,53059 hari = 354,36708 hari).Hal inilah yang menjelaskan 1
tahun Kalender Hijriah lebih pendek sekitar 11 hari dibanding dengan 1 tahun
Kalender Masehi.
3. Nama
Bulan
Nama Bulan pada tahun Masehi
1. JANUARI.
Merupakan bulan pertama dalam tahun Masehi Januarius Mensis (Latin, bulan
Januari) dan bulan ini bisa dikatakan berwajah dua. Wajah yang satu menghadap
ke tahun sebelumnya dan lainnya ke tahun berjalan.
2. FEBRUARI.
Merupakan bulan kedua dalam tahun Masehi. Berasal dari nama dewa Februus,
Dewa Penyucian.
3. MARET.
Merupakan bulan ketiga dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewa Mars, Dewa
Perang. Pada mulanya, Maret merupakan bulan pertama dalam kalender Romawi,
lalu pada tahun 45 SM Julius Caesar menambahkan bulan Januari dan Februari di
depannya sehingga menjadi bulan ketiga.
4. APRIL.
Merupakan bulan keempat dalam tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Aprilis,
atau dalam bahasa Latin disebut juga Aperire yang berarti ”membuka”. Diduga
kuat sebutan ini berkaitan dengan musim bunga dimana kelopak bunga mulai membuka.
Juga diyakini sebagai nama lain dari Dewi Aphrodite atau Apru, Dewi Cinta
orang Romawi.
5. MEI.
Merupakan bulan kelima dalam kalender Masehi. Berasal dari nama Dewi
Kesuburan Bangsa Romawi, Dewi Maia.
6. JUNI.
Merupakan bulan keenam dari tahun Masehi. Berasal dari nama Dewi Juno.
7. JULI.
Merupakan bulan ketujuh dari tahun Masehi. Di bulan ini Julius Caesar lahir,
sebab itu dinamakan sebagai bulan Juli. Sebelumnya bulan Juli disebut sebagai
Quintilis, yang berarti bulan kelima dalam bahasa Latin. Hal ini dikarenakan
kalender Romawi pada awalnya menempatkan Maret sebagai bulan pertama.
8. AGUSTUS.
Merupakan kedelapan dalam kalender Masehi. Seperti juga nama bulan Juli yang
berasal dari nama Julius Caesar, maka bulan Agustus berasal dari nama kaisar
Romawi, yaitu Agustus. Pada awalnya, ketika Maret masih menjadi bulan
pertama, Maret menjadi bulan keenam dengan sebutan Sextilis.
9. SEPTEMBER.
Merupakan bulan kesembilan dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari
bahasa Latin Septem, yang berarti tujuh. September merupakan bulan ketujuh
dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.
10. OKTOBER. Merupakan
bulan kesepuluh dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin
Octo, yang berarti delapan. Oktober merupakan bulan kedelapan dalam kalender
Romawi sampai dengan tahun 153 SM.
11. NOVEMBER. Merupakan
bulan kesebelas dari tahun Masehi. Nama bulan ini berasal dari bahasa Latin
Novem, yang berarti sembilan. November merupakan bulan kesembilan dalam
kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM.
12. DESEMBER. Merupakan
bulan keduabelas atau bulan terakhir dari tahun Masehi. Nama bulan ini
berasal dari bahasa Latin Decem, yang berarti sepuluh. Desember merupakan
bulan kesepuluh dalam kalender Romawi sampai dengan tahun 153 SM. Dibulan
inilah diyakini lahirnya Dewa Matahari (25 Dec) yang kemudian diadopsi oleh
Kristen menjadi perayaan gereja, yakni Natal Yesus Kristus
Nama
Bulan pada tahun Hijriyah
|
Berbeda
dengan Penetapan kalender Hijriyah dilakukan pada jaman Umar bin Khatab, yg
menetapkan peristiwa hijrahnya Rasulullah SAW (ditemani Abu Bakar) dari Mekah
ke Madinah. Kalender Hijriyah juga terdiri dari 12 bulan, dengan jumlah hari
berkisar 29 – 30 hari. Penetapan 12 bulan ini sesuai dengan firman ALLAH SWT:
”Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa.” (At Taubah(9):36). 1. Muharram. Artinya, yg diharamkan atau menjadi pantangan. Di bulan Muharram, dilarang untuk berperang. 2. Shafar. Artinya, kosong. Di bulan ini, lelaki Arab pergi untuk merantau atau berperang. 3. Rabi’ul Awal, artinya masa kembalinya kaum lelaki yg merantau (shafar). 4. Rabi’ul Akhir, artinya akhir masa menetapnya kaum lelaki. 5. Jumadil Awal, artinya awal kekeringan. Maksudnya, mulai terjadi musim kering. 6. Jumadil Akhir, artinya akhir kekeringan. Dengan demikian, musim kering berakhir. 7. Rajab, artinya mulia. Jaman dulu, bangsa Arab sangat memuliakan bulan ini. 8. Sya’ban, artinya berkelompok. Biasanya bangsa Arab berkelompok mencari nafkah. 9. Ramadhan, artinya sangat panas. Bulan yg memanggang (membakar) dosa, karena di bulan ini kaum Mukmin diharuskan berpuasa/shaum sebulan penuh. 10. Syawwal, artinya kebahagiaan. 11. Zulqaidah, artinya waktu istirahat bagi kaum lelaki Arab. 12. Zulhijjah, artinya yg menuaikan haji. |
4. Nama
Hari
Kalender Hijriyah terdiri dari 7 hari. Sebuah hari diawali
dengan terbenamnya matahari, berbeda dengan Kalender Masehi yang mengawali hari
pada saat tengah malam. Berikut adalah nama-nama hari:
Nama hari pada tahun Hijriah:
1.
al-Ahad
2.
al-Itsnayn
3.
ats-Tsalaatsa’
4.
al-Arba’aa / ar-Raabi’
5.
al-Khamsatun
6.
al-Jumu’ah
7.
as-Sabat
Nama hari pada tahun Masehi :
1.
Minggu
2.
Senin
3.
Selasa
4.
Rabu
5.
Kamis
6.
Jum’at
7.
Sabtu5. Penanggalan
penting
Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Hijriyah adalah:
1. 1 Muharram: Tahun Baru Hijriyah
2. 10 Muharram: Hari Asyura. Hari ini diperingati bagi kaum Syi’ah untuk memperingati wafatnya ImamHusain bin Ali
3. 12 Rabiul Awal: Maulud Nabi Muhammad (hari
kelahiran Nabi Muhammad)
4. 27 Rajab: Isra’ Mi’raj
6. 17 Ramadan: Nuzulul Qur’an
7. 10 hari ganjil terakhir di Bulan Ramadan terjadi Lailatul Qadar
8. 1 Syawal: Hari Raya Idul Fitri
9. 8 Dzulhijjah: Hari Tarwiyah
10. 9
Dzulhijjah: Wukuf di Padang Arafah
11. 10
Dzulhijjah: Hari Raya Idul Adha
12. 11-13
Dzulhijjah:Hari Tasyriq
Tanggal-tanggal penting dalam Kalender Masehi adalah:
1. 1 Januari : Tahun Baru Masehi
2. 22 April : Wafat Isa Almasih
3. 2 Juni : Kenaikan Isa Almasih
4. 17 Agustus : Hari Kemerdekaan RI
5. 25 Desember : Hari Raya Natal
Nah ………. Udah tahukan perbedaan antara tahun Masehi dan Tahun
Hijriah, jadi kita tidak perlu memaksakan diri untuk bisa merayakan tahun baru
dengan begitu meriah. Yang lebih baik untuk memasuki tahun baru itu dengan cara
intropeksi diri apa yang telah kita lakukan ditahun lalu dan yang akan kita
lakukan pada tahun depan dengan menuju kehidupan yang lebih baik dan jangan
lupa berdoa semoga kita dapat menjalani hidup ini lebih baik lagi beribadah
kepada Allah S.W.T.











